-->

Keunikan Nama Pakaian Baju Tradisional Adat Suku Mandar Sulawesi Barat



Keunikan-Nama-Pakaian-Baju-Tradisional-Adat-Suku-Mandar-Sulawesi-Barat
Keunikan Nama Pakaian Baju Tradisional Adat Suku Mandar Sulawesi Barat Keunikan-Nama-Pakaian-Baju-Tradisional-Adat-Suku-Mandar-Sulawesi-Barat

Pakaian Baju Adat Mandar-  Mamuju Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat merupakan provinsi baru di Indonesia yang terbentuk dari pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan, dan kini telah menjadi Provinsi ke-33 yang diresmikan pemerintah pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004.

Provinsi Sulawesi barat mempunyai  beberapa suku yang mendiami daerah tersebut, salah satunya adalah suku Bangsa mandar yang terbilang dalam penduduk asal diprovinsi tersebut. Ditambah lagi dengan suku bugis, makasar dan juga toraja yang mempunyai peran yang sama dengan suku bangsa mandar.

Provinsi Sulawesi Barat memiliki keragaman kebudayaan dan adat istiadat suku termasuk salah satunya pakaian adat tradisional Sulawesi Barat .

Pakaian adat Sulawesi Barat khas Suku Mandar bernama Busana Pattuqduq Towaine. Untuk Pakaian Adat Wanitanya, biasanya dikenakan wanita Mandar Sulawesi Barat pada saat upacara pernikahan atau saat sedang menarikan tari tradisional Patuqdu.

Sementara untuk Pakaian Adat Laki-Lakinya terbilang simpel. Pria mengenakan jas tertutup warna hitam yang berlengan panjang. Atasan ini dipadukan dengan celana panjang dan kain sarung yang dililitkan di pinggang sebagai bawahan. Simpelnya pakaian laki-laki ini melambangkan bahwa laki-laki suku Mandar haruslah gesit dalam bekerja dan bertindak.

1. Pakaian Adat Wanita Sulawesi Barat

Pakaian adat Pattuqduq Towaine pada umumnya dipakai oleh wanita Mandar Sulawesi Barat saat upacara pernikahan atau ketika sedang menarikan tari tradisional Patuqdu.

Khusus untuk yang dikenakan pada saat pertunjukan tarian, busana ini terdiri atas 18 aksesoris, sementara untuk busana pengantin terdiri dari 24 aksesoris. Kesemua aksesoris tersebut dapat digolongkan menjadi beberapa bagian yaitu pakaian utama, penghias kepala, perhiasan badan, dan perhiasan tangan.

a. Pakaian Utama

Pakaian utama terdiri dari Baju Rawang Boko (baju pokkoq) sebagai busana atasan dan lipaq saqbe sebagai busana bawahan. Baju boko merupakan semua baju kurung sebatas lengan yang biasanya dibuat dari bahan kain dengan warna cerah. Sedangkan lipaq saqbe yaitu sarung sutra khas mandar yang dibuat memakai teknik tenun tradisional.

Sarung lipaq saqbe bisa dibuat dengan beraneka motif, antara lain sureq maraqdia (corak raja), sureq pangulu (corak penghulu), sureq batu dadzima (corak biji delima), sureq puang limboro (corak pappuangang limboro), sureq puang lembang, dan sebagainya.

Selain merupakan penambah nilai estetika, motif-motif sarung pada pakaian adat Sulawesi Barat tersebut juga berfungsi sebagai identitas sosial.

b. Penghias Kepala

Guna semakin mempercantik penampilan rambut dan melengkapi keindahan busana adat Sulawesi Barat yang dipakai, para perempuan Mandar biasanya menambahkan beberapa aksesoris di sanggulan rambutnya.

Aksesoris ini terdiri dari bunga emas dan gal (bunga melingkar yang digunakan sebagai bando). Pada penggunaannya, ada aturan adat yang mengatur penggunaan aksesoris tersebut berdasarkan pada status sosial penggunanya.

c. Perhiasan Badan

Selain memakai perhiasan bunga pada kepala, ada juga aneka perhiasan badan lainn yang dipakai para perempauan sebagai aksesoris pakaian adat Sulawesi Barat khas suku Mandar. Perhiasan badan ini diantaranya adalah kawari (perisai), tombi diana (rantai uang logam), tombi sare-sare (hiasan kain segi empat berwarna merah dan hijau), dali (anting) dan tombi tallu.

Kawari yaitu perisai khas wanita Mandar yang umumnya dipakai di sekitar pinggul. Ada aturan tersendiri tentang penggunaan kawari. Bila digunakan 4 biji maka yang mengenakannya berarti golongan bangsawan, sementara bila digunakan 2 biki yang mengenakannya berarti golongan tau pia beasa (orang biasa).

d. Perhiasan Tangan

Khusus pada perhiasan lengan dan tangan, perempuan Mandar mengenal aneka ragam pernik-pernik. Berikut ini kami paparkan secara detail perlengkapan perhiasan tersebut.

1.Gallang Balleq adalah sepasang gelang berukuran 15 - 20 cm yang dipakai di kedua tangan.

2.Poto adalah gelang kecil yang dikenakan di kedua lengan untuk mengapit gelang besar.

3.Jima Salletto adalah gelang lebar yang diikatkan pada bahu.

4.Teppang adalah gelang yang diikatkan di bawah Jima Salletto.

5.Jima maborong adalah gelang pengganti Jima Salletto yang khusus dikenakan oleh wanita golongan bangsawan.

6.Kaliki adalah ikat pinggang.

7.Sima-simang adalah gelang yang bulirannya berjumlah 8 berukuran sebesar kelereng.

2. Pakaian Adat Laki-Laki Sulawesi Barat


Pakaian adat laki-laki Sulawesi Barat khas Suku Mandar terbilang begitu simpel, berbeda dengan pakaian adat wanita yang sangat rumit dengan banyak aksesoris. Untuk laki-laki memakai busana atasan berupa jas tertutup berwarna hitam dan berlengan panjang


Busana atasan ini dikombinasikan dengan celana panjang dan kain sarung yang dililitkan pada pinggang sebagai bawahan. Bentuk pakaian laki-laki yang sederhana ini melambangkan bahwa laki-laki suku Mandar haruslah gesit dalam bekerja dan bertindak.

Demikian Keunikan Nama Pakaian Baju Tradisional Adat Suku Mandar Sulawesi Barat, semoga bermanfaat dan jangan lupa berkomentar dan berkunjung kembali ke website www.senibudayawisata.com

Baca Juga Pakaian Adat Tradisonal Daerah Lainnya



Keunikan Nama Pakaian Baju Tradisional Adat Suku Mandar Sulawesi Barat Keunikan Nama Pakaian Baju Tradisional Adat Suku Mandar Sulawesi Barat Reviewed by seniwisatabudaya on 12:48 AM Rating: 5
Powered by Blogger.