-->

Keunikan Sejarah Rumah adat tradisional Bolon khas Batak Sumatera Utara



Keunikan-Sejarah-Rumah-adat-Bolon-khas-Batak-Sumatera-Utara
Keunikan Sejarah Rumah adat tradisional Bolon khas Batak Sumatera Utara Keunikan-Sejarah-Rumah-adat-Bolon-khas-Batak-Sumatera-Utara

Rumah bolon adalah rumah adat istiadat masyarakat Batak di Tapanuli yang memiliki bentuk berupa bangunan empat persegi panjang yang ditempati oleh 5 sampai 6 keluarga dan dihiasi ukiran / lukisan khas Batak seperti ornamen yang mengandung unsur mistis penolak bala yang disebut Gorga.

Biasanya ukiran ini ditempatkan di dinding rumah bagian luar, lebih tepatnya di atas pintu berupa lukisan berwarna merah, hitam, dan putih.

Lukisan tersebut biasanya berupa hewan seperti cicak, ular ataupun juga kerbau. Gorga yang dilukis dengan hewan cicak, memiliki arti bahwa orang Batak mampu bertahan hidup dimanapun ia berada, walaupun sedang merantau ke daerah yang sangat jauh. Hal ini dikarenakan orang Batak mempunyai rasa persaudaraan yang sangat kuat dan tidak terputus antara sesama sukunya meski berada di tempat atau di daerah lain.

Sejarah

Rumah Bolon sejak dahulu merupakan tempat tinggal dari 13 raja yang tinggal di Sumatera Utara. 13 Raja tersebut adalah Raja Ranjinman, Raja Nagaraja, Raja Batiran, Raja Bakkaraja, Raja Baringin, Raja Bonabatu, Raja Rajaulan, Raja Atian, Raja Hormabulan, Raja Raondop, Raja Rahalim, Raja Karel Tanjung, dan Raja Mogam.

Jenis
Rumah Bolon terdapat beberapa jenis yaitu rumah Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak, rumah Bolon Angkola. Setiap rumah mempunyai ciri khasnya masing-masing. Sayangnya, rumah Bolon saat ini jumlah tidak terlalu banyak sehingga beberapa jenis rumah Bolon bahkan sulit ditemukan

Struktur Rumah adat Bolon khas Batak  

Terdapat Bagian – bagian Rumah Batak

Menurut tingkatannya Ruma Batak itu dapat dibagi menjadi 3 bagian :

1.    Bagian Bawah (Tombara) yang terdiri dari batu pondasi atau ojahan tiang-tiang pendek, pasak (rancang) yang menusuk tiang, tangga (balatuk)

2.    Bagian Tengah (Tonga) yang terdiri dari dinding depan, dinding samping, dan belakang

3.    Bagian Atas (Ginjang) yang terdiri dari atap (tarup) di bawah atap urur diatas urur membentang lais, rumah yang lama atapnya adalah ijuk (serat dari pohon enau).




Fungsi Rumah adat Bolon

Rumah Bolon ini merupakan rumah kediaman bagi 13 para raja batak yang terbagi dari beberapa ruangan dan tentunya berdasarkan fungsi dan kegunaannya

1.Ruangan Jabu Bong, ruangan ini merupakan ruangan khusus bagi kepala keluarga yang lokasinya berada di bagian belakang di sudut sebelah kanan.

2.Ruangan Jabu Soding, ruangan ini merupakan ruangan khusus bagi anak perempuan yang lokasinya berada di bagian belakang sebelah kiri dan berhadapan dengan ruangan jabu bong.

3.Ruangan Jabu Suhat, ruangan ini merupakan ruangan khusus bagi anak lelaki tertua yang sudah menikah dan letaknya berada di bagian sudut kiri depan.

4.Ruangan Tampar Piring, ruangan ini merupakan ruangan untuk menyambut para tamu yang letaknya berada di bagian sebelah ruangan jabu suhat.

5.Ruangan Jabu Tonga Rona ni Jabu Rona, ruangan ini merupakan ruang keluarga yang ukurannya paling besar diantanya ruangan lainnya dan letaknya berada di bagian tengah rumah.

6.Kolong Rumah, ruangan ini merupakan ruangan yang digunakan sebagai tempat menyimpan bahan pangan sekaligus juga digunakan sebagai kandang ternak.


Demikian Keunikan Sejarah Rumah adat Bolon khas Batak Sumatera Utara , semoga informasi seputar Rumah Adat Batak Sumatera Utara ini bermanfaat, jangan lupa share di google plus dan berkomentar dan berkunjung kembali



Keunikan Sejarah Rumah adat tradisional Bolon khas Batak Sumatera Utara Keunikan Sejarah Rumah adat tradisional Bolon khas Batak Sumatera Utara Reviewed by Unknown on 7:13 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.